Sanz Pilih Fokus Tingkatkan Performa demi Laga Bersama ONIC di MSC EWC 2026
ONIC Esports mengawali perjalanan mereka di ajang Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) dalam Esports World Cup (EWC) 2026 dengan hasil positif. Wakil Indonesia itu sukses menundukkan Entity7 dengan skor 2-0 pada laga pembuka fase grup dan mengamankan tempat di upper bracket. Meski memulai turnamen dengan kemenangan meyakinkan, pemain mid laner ONIC, Sanz, menegaskan bahwa timnya tidak ingin terlena oleh hasil awal.
Baca Juga “PS Plus Agustus 2026: Daftar Game yang Dinantikan Pelanggan“
Alih-alih berbicara mengenai gelar juara, Sanz mengatakan ONIC memilih menjalani turnamen dengan pendekatan bertahap. Menurutnya, fokus utama tim saat ini adalah terus memperbaiki kualitas permainan di setiap pertandingan agar mampu tampil konsisten hingga babak akhir kompetisi.
Sanz Utamakan Proses daripada Target Akhir
Dalam wawancara virtual bersama ANTARA, Sanz mengungkapkan bahwa ONIC tetap memiliki target besar di MSC EWC 2026. Namun, target tersebut hanya dapat dicapai apabila tim mampu melewati setiap fase kompetisi dengan performa yang terus meningkat.
Ia menilai terlalu jauh memikirkan babak final justru dapat mengganggu fokus pemain. Karena itu, seluruh anggota tim sepakat untuk berkonsentrasi menghadapi satu pertandingan demi satu pertandingan.
“Kita selalu ingin improve di setiap match, di setiap turnamen.Kita punya goal, tapi benar-benar step by step, dari group stage dulu, terus playoff,” kata Sanz.
Ia menambahkan bahwa jika ONIC berhasil melangkah hingga semifinal maupun final, seluruh pemain akan berusaha memberikan penampilan terbaik. Baginya, proses peningkatan performa jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar hasil instan.
Pendekatan tersebut juga dinilai mampu menjaga mental bertanding para pemain. Dalam turnamen dengan persaingan ketat, setiap pertandingan memiliki tingkat kesulitan berbeda sehingga konsistensi menjadi faktor yang sangat menentukan.
Format Turnamen Menuntut Konsistensi Sejak Fase Grup
MSC EWC 2026 menggunakan format yang memberikan kesempatan kedua bagi tim melalui sistem double elimination pada fase grup. Meski demikian, Sanz menilai setiap pertandingan tetap harus dijalani dengan keseriusan penuh.
Menurutnya, kemenangan di awal turnamen memang memberikan keuntungan karena membuka jalan menuju upper bracket. Namun, hasil tersebut belum menjamin perjalanan tim akan lebih mudah pada laga-laga berikutnya.
Setiap lawan yang berhasil bertahan di turnamen memiliki kualitas tinggi dan mampu menghadirkan strategi berbeda. Oleh karena itu, ONIC memilih terus melakukan evaluasi setelah setiap pertandingan agar kesalahan yang muncul tidak terulang.
Pendekatan tersebut telah menjadi bagian dari budaya tim. Seusai pertandingan, para pemain bersama pelatih selalu melakukan analisis terhadap permainan sendiri maupun calon lawan berikutnya. Evaluasi tersebut mencakup fase drafting, pengambilan objektif, rotasi pemain, hingga komunikasi selama pertandingan.
Adaptasi Meta Menjadi Tantangan Terbesar
Selain menghadapi lawan dengan gaya bermain yang beragam, Sanz menilai perubahan meta permainan menjadi tantangan lain yang harus dihadapi seluruh peserta MSC EWC 2026.
Pembaruan atau patch yang dirilis pengembang Mobile Legends membuat prioritas hero dan strategi terus berubah. Kondisi tersebut menuntut setiap tim mampu beradaptasi dalam waktu singkat agar tidak tertinggal dari pesaing.
Menurut Sanz, kemampuan membaca meta menjadi salah satu faktor pembeda antara kompetisi domestik dan turnamen internasional. Tim yang mampu beradaptasi lebih cepat biasanya memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan.
“Karena selalu ada patch baru, kita selalu harus improve, hero-nya juga harus improve, dan rotasi-rotasinya yang paling penting dari early sampai mid game itu penting banget,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perubahan meta tidak hanya memengaruhi pemilihan hero. Tim juga harus menyesuaikan tempo permainan, pola rotasi, prioritas objektif, hingga pembagian sumber daya selama pertandingan.
ONIC Tampil Dominan saat Mengalahkan Entity7
Performa ONIC pada pertandingan pembuka menjadi bukti kesiapan mereka menghadapi persaingan di MSC EWC 2026. Tim berjuluk Landak Kuning itu tampil agresif sejak gim pertama dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
Salah satu momen paling mencolok terjadi ketika jungler ONIC, Kairi, berhasil mencatatkan savage. Raihan tersebut memperlihatkan dominasi ONIC dalam pertarungan tim sekaligus mempermudah mereka mengamankan kemenangan pada gim pertama.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan individu para pemain, tetapi juga memperlihatkan koordinasi tim yang berjalan efektif. Setiap pemain mampu menjalankan perannya dengan disiplin sehingga Entity7 kesulitan membangun momentum.
Memasuki gim kedua, dominasi ONIC semakin terlihat. Mereka langsung menekan lawan sejak early game melalui rotasi cepat dan penguasaan objektif yang rapi.
Strategi tersebut membuat Entity7 kehilangan ruang untuk mengembangkan permainan. ONIC terus memperbesar keunggulan hingga akhirnya menutup pertandingan dalam waktu sekitar 11 menit.
Kemenangan 2-0 menjadi modal penting bagi ONIC untuk melanjutkan perjalanan di upper bracket. Selain meningkatkan kepercayaan diri, hasil tersebut juga menunjukkan bahwa persiapan tim menjelang turnamen berjalan sesuai harapan.
Persaingan Diprediksi Semakin Ketat di Babak Berikutnya
Meski meraih hasil positif, Sanz mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya baru akan dimulai pada pertandingan selanjutnya. Semakin jauh perjalanan turnamen, kualitas lawan dipastikan akan meningkat dan setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Tim-tim peserta MSC EWC berasal dari berbagai wilayah dengan karakter permainan yang berbeda. Ada tim yang mengandalkan permainan agresif sejak awal, sementara yang lain lebih kuat dalam strategi permainan menuju late game.
Perbedaan gaya bermain tersebut membuat kemampuan membaca situasi pertandingan menjadi sangat penting. ONIC harus mampu menyesuaikan strategi sesuai karakter lawan tanpa kehilangan identitas permainan mereka sendiri.
Sanz optimistis timnya mampu terus berkembang selama turnamen berlangsung. Menurutnya, setiap pertandingan memberikan pelajaran baru yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki performa pada laga berikutnya.
Evaluasi Berkelanjutan Jadi Kunci Perjalanan ONIC
Bagi ONIC, kemenangan atas Entity7 bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal dalam perjalanan panjang di MSC EWC 2026. Tim lebih memilih menjadikan setiap pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi yang disampaikan Sanz, yakni berkembang secara bertahap tanpa terbebani target yang terlalu jauh. Dengan terus memperbaiki koordinasi, adaptasi terhadap meta, serta konsistensi permainan, ONIC berharap mampu mempertahankan performa terbaik hingga fase gugur.
Jika mampu menjaga tren positif tersebut, peluang wakil Indonesia untuk melangkah lebih jauh di MSC EWC 2026 tetap terbuka. Namun, Sanz menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini tetap sama, yaitu memberikan penampilan terbaik pada setiap pertandingan dan terus berkembang dari laga ke laga.
Baca Juga “Jadwal MSC di Esports World Cup 2026 Hari Ini Onic vs Aurora Gaming: Susul Team Vitality“