RRQ Kalahkan DFM 2-1 di VCT Pacific 2026 Stage 1

RRQ

RRQ Hentikan DFM 2-1 dan Perpanjang Rekor Sempurna di VCT Pacific 2026

Rex Regum Qeon kembali menunjukkan dominasi mereka atas DetonatioN FocusMe dalam lanjutan VCT Pacific 2026 Stage 1. RRQ sukses menang dengan skor 2-1 sekaligus mempertahankan rekor sempurna melawan DFM sepanjang musim 2026. Kemenangan ini juga memperpanjang catatan lima kemenangan beruntun RRQ atas tim asal Jepang tersebut sejak era franchise VCT dimulai.

Baca Juga “Jadwal MPL S17 Hari Minggu 10 Mei, Kesempatan Balas Dendam RRQ, BTR, dan Evos

Pertandingan berlangsung sengit sejak map pertama. DFM tampil mengejutkan dengan memilih Ascent, map yang baru kembali ke rotasi kompetitif Valorant. Pilihan itu langsung menarik perhatian karena DFM menjadi tim pertama di VCT Pacific yang berani memainkan Ascent dalam pertandingan resmi setelah map tersebut kembali digunakan Riot Games.

DFM tampil sangat percaya diri di Ascent. Akame yang menggunakan Neon menjadi pusat permainan agresif timnya. Ia terus membuka ruang melalui duel awal dan memaksa RRQ kehilangan kontrol area penting. Tekanan tersebut membuat DFM sempat mencatat tujuh ronde kemenangan beruntun.

RRQ sebenarnya masih mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 8-4 sebelum pergantian sisi. Namun, permainan mereka saat menyerang belum berkembang maksimal. Rotasi yang mudah dibaca dan eksekusi site yang kurang efektif membuat DFM tetap unggul.

DFM Tampil Dominan di Ascent Lewat Performa Akame dan Meiy

Performa Meiy juga menjadi faktor penting kemenangan DFM di map pembuka. Bermain menggunakan Jett, ia tampil disiplin dalam duel pembuka dan berkali-kali menghentikan momentum RRQ. Kombinasi permainan agresif Akame dan konsistensi Meiy membuat DFM menutup Ascent dengan skor 13-9.

Kemenangan itu sempat membuka peluang DFM untuk mengakhiri dominasi RRQ. Namun situasi berubah drastis ketika pertandingan memasuki Breeze, map pilihan RRQ.

RRQ Bangkit di Breeze dan Rebut Momentum Pertandingan

RRQ tampil lebih siap saat bermain di Breeze. Mereka menggunakan komposisi agresif berbasis Neon, Harbor, dan Viper untuk menekan pergerakan lawan. Sebaliknya, DFM mencoba mengimbangi permainan tersebut lewat kombinasi double-Controller dan double-Duelist.

Strategi RRQ berjalan efektif pada awal pertandingan. Mereka unggul 7-5 di paruh pertama sebelum menyapu pistol round dan anti-eco pada babak berikutnya. Keunggulan itu sempat membuat RRQ terlihat akan memenangkan map dengan mudah.

Namun DFM belum menyerah. Mereka berhasil mencuri lima ronde beruntun dan membuat RRQ kehilangan ritme permainan. Tekanan tersebut sempat mengubah arah pertandingan dan memaksa RRQ bermain lebih hati-hati di ronde akhir.

RRQ akhirnya mampu merebut kembali momentum melalui koordinasi yang lebih rapi dan pengambilan duel yang disiplin. Mereka menutup Breeze dengan kemenangan tipis 13-11 untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke Lotus.

Jemkin Jadi Pembeda Saat RRQ Kuasai Lotus

Lotus kembali menjadi map penentuan seperti pertemuan kedua tim sebelumnya di fase grup. Kedua tim mempertahankan komposisi yang sama, tetapi pola permainan kali ini lebih menguntungkan sisi attack.

DFM sebenarnya masih mampu memberi tekanan melalui permainan Meiy dan Akame. Keduanya beberapa kali menghasilkan kill penting untuk menjaga peluang tim tetap hidup. Meski begitu, RRQ tampil jauh lebih stabil dibanding dua map sebelumnya.

Jemkin menjadi sosok paling menentukan di Lotus. Bermain menggunakan Chamber, ia tampil sangat efektif dengan Operator dan Tour de Force. Beberapa kali ia berhasil menghentikan rotasi DFM serta membuka keunggulan angka bagi RRQ di ronde penting.

Selain performa individu Jemkin, pendekatan taktis RRQ juga terlihat lebih matang. Toxic Screen milik xffero terus memberikan tekanan ke area A Site dan memaksa DFM bermain lebih defensif. RRQ juga menggunakan tempo lambat untuk membuka ruang sehingga Jemkin bebas mencari sudut tembak terbaik.

Pendekatan tersebut membuat DFM kesulitan membaca arah serangan RRQ. Mereka hanya mampu mengamankan enam ronde ketika menyerang. RRQ kemudian memanfaatkan momentum untuk mendominasi babak kedua sebelum menutup Lotus dengan skor 13-8.

RRQ Perkuat Status Kandidat Juara VCT Pacific 2026

Kemenangan ini mempertegas posisi RRQ sebagai salah satu kandidat kuat juara VCT Pacific 2026 Stage 1. Konsistensi permainan, kedalaman strategi, dan performa individu pemain menjadi kekuatan utama mereka sepanjang musim ini.

Di sisi lain, DFM tetap menunjukkan perkembangan positif meski gagal melaju lebih jauh. Keberanian mereka memainkan Ascent dan kemampuan beradaptasi di beberapa situasi sulit menjadi sinyal bahwa tim tersebut masih mampu bersaing di level tertinggi Pacific.

RRQ kini akan menghadapi tantangan yang lebih berat pada fase berikutnya. Jika mampu mempertahankan performa disiplin dan efektivitas strategi seperti saat melawan DFM, peluang mereka untuk melangkah jauh di VCT Pacific 2026 semakin terbuka lebar.

Baca Juga “Hasil MPL ID S17: RRQ Hoshi vs Geek Fam 0-2, Sang Raja Dipastikan Tak Lolos Playoff

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *