ONIC Esports Buka MSC EWC 2026 dengan Kemenangan Telak 2-0 atas Entity7
ONIC Esports mengawali perjuangannya di Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) dalam Esports World Cup (EWC) 2026 dengan hasil impresif. Wakil Indonesia itu menaklukkan Entity7 asal Amerika Latin dengan skor 2-0 pada laga pembuka Group Stage yang berlangsung di Paris, Prancis, Kamis.
Kemenangan tersebut membawa runner-up MPL Indonesia Season 17 melaju ke upper bracket fase grup sekaligus menjaga peluang untuk mengamankan tiket ke Knockout Stage. Penampilan solid sepanjang pertandingan menunjukkan kesiapan ONIC menghadapi persaingan di salah satu turnamen Mobile Legends paling bergengsi di dunia.
ONIC Tampil Agresif Sejak Gim Pertama
Sejak awal pertandingan, ONIC langsung mengambil kendali permainan melalui rotasi cepat dan koordinasi yang rapi. Tekanan yang terus diberikan membuat Entity7 kesulitan membangun ritme permainan dan tidak leluasa menguasai area objektif.
Strategi drafting ONIC juga menjadi salah satu faktor pembeda. Sanz menggunakan Eudora untuk membatasi pergerakan hero lawan, sementara Kiboy aktif membuka ruang bagi rekan setimnya untuk mengamankan objektif penting di berbagai area peta.
Keunggulan permainan ONIC semakin terlihat memasuki pertengahan gim. Kombinasi rotasi yang disiplin serta eksekusi pertarungan tim yang efektif membuat Entity7 kehilangan momentum untuk memberikan perlawanan berarti.
Puncak dominasi ONIC terjadi ketika Kairi berhasil memimpin tim memenangkan pertarungan besar yang menghasilkan wipe out. Tidak lama berselang, jungler asal Filipina tersebut mencatatkan savage, memastikan ONIC mengamankan gim pertama dengan keunggulan meyakinkan.
Adaptasi Cepat Jadi Kunci Menghadapi Turnamen Internasional
Usai pertandingan, Sanz mengungkapkan bahwa atmosfer kompetisi internasional memiliki tingkat kesulitan berbeda dibandingkan liga domestik. Menurutnya, setiap tim membawa karakter permainan yang unik sehingga kemampuan beradaptasi menjadi faktor yang sangat penting.
Baca Juga “Jadwal Mobile Legends MSC 2026 Hari Ini: Onic Vs Aurora Gaming“
“Kalau main di MPL terus main di internasional itu beda banget dari segi rotasi dan hero-heronya. Sangat jauh berbeda, jadi kita harus cepat adaptasi juga setiap ada turnamen internasional dan pastinya selalu waspada,” ujar Sanz dalam wawancara virtual bersama ANTARA.
Ia menjelaskan bahwa perubahan meta, pola rotasi, dan pilihan hero membuat setiap pertandingan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, ONIC terus melakukan evaluasi agar mampu mempertahankan performa terbaik sepanjang turnamen.
Gim Kedua Berakhir Cepat Berkat Permainan Disiplin
Memasuki gim kedua, ONIC tidak mengendurkan tekanan. Kiboy kembali menjadi motor serangan dengan membuka ruang bagi Sanz, Kairi, dan Lutpi untuk melakukan rotasi agresif sejak early game.
Dominasi tersebut membuat Entity7 terus berada dalam posisi bertahan. Selis tampil sangat efektif dalam mengamankan objektif seperti Turtle dan turret. Ke tinggi dan koordinasi yang solid, ONIC berhasil mengakhiri gim kedua hanya dalam waktu sekitar 11 menit. Kemenangan tersebut memastikan skor akhir 2-0 sekalih gold dan level meningkat secara konsisten sehingga wakil Amerika Latin itu tidak memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan.
ONIC juga tampil sangat efektif dalam mengamankan objektif seperti Turtle dan turret. Keunggulan tersebut membuat kontrol peta sepenuhnya berada di tangan Landak Kuning.
Dengan tempo permainan yang tinggi dan koordinasi yang solid, ONIC berhasil mengakhiri gim kedua hanya dalam waktu sekitar 11 menit. Kemenangan tersebut memastikan skor akhir 2-0 sekaligus menjadi salah satu penampilan paling dominan pada hari pertama Group Stage.
Modal Penting elimination. Kemenangan di laga pembuka membuat mereka melaju ke upper bracket, sehingga memiliki peluang lebih besar untukhak melanjutkan perjalanan ke Knockout Stage. Sementara itu, tim yang menempati peringkat lima hingga delapan harus mengakhiri langkah mereka Selain mengejar kemenangan, setiap tim juga dituntut menjaga konsistensi permainan agar tetap Menuju Babak Berikutnya
Hasil positif atas Entity7 memberikan keuntungan besar bagi ONIC dalam format Group Stage yang menggunakan sistem double elimination. Kemenangan di laga pembuka membuat mereka melaju ke upper bracket, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan tempat di babak gugur.
Dalam format tersebut, hanya empat tim terbaik dari setiap grup yang berhak melanjutkan perjalanan ke Knockout Stage. Sementara itu, tim yang menempati peringkat lima hingga delapan harus mengakhiri langkah mereka lebih awal.
Kondisi tersebut membuat setiap pertandingan memiliki arti penting. Selain mengejar kemenangan, setiap tim juga dituntut menjaga konsistensi permainan agar tetap berada di jalur menuju fase eliminasi.
ONIC Perlu Menjaga Konsistensi Menghadapi Lawan yang Lebih Berat
Kemenangan atas Entity7 menjadi awal yang menjanjikan, tetapi perjalanan ONIC di MSC EWC 2026 masih panjang. Pada fase berikutnya, mereka berpotensi menghadapi law persiapan tim berjalan sesuai rencana. Kombinasi drafting yang efektif, koordinasi antarpemain,an dengan kualitas permainan yang lebih tinggi dan pengalaman internasional yang lebih matang.
Keberhasilan ONIC pada laga pembuka menunjukkan bahwa persiapan tim berjalan sesuai rencana. Kombinasi drafting yang efektif, koordinasi antarpemain, serta kemampuan membaca tempo pertandingan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Apabila mampu mempertahankan disiplin permainan dan beradaptasi dengan cepat terhadap strategi lawan maupun perubahan meta, ONIC memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh di MSC EWC 2026. Hasil atas Entity7 menjadi fondasi positif bagi wakil Indonesia dalam upaya bersaing memperebutkan gelar juara turnamen bergengsi tersebut.
Baca Juga “Jadwal MSC 2026 Hari Ini di EWC 2026, Onic Esports Lawan Tim Turki“