Ketua IESPA Apresiasi Kapolri Cup 2026 sebagai Wadah Talenta E-Sports
Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026. Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi di bidang e-sports.
Baca Juga “Udinus Kediri Gelar Dinus Expo 2026, Siapkan Beasiswa KIP hingga Wadah E-Sport“
Ibnu menyampaikan apresiasi tersebut saat pembukaan E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Ibnu, Kapolri Cup memiliki keunggulan karena menerapkan sistem kompetisi berjenjang. Peserta dapat memulai perjalanan dari tingkat Polres, kemudian Polda, hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.
“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.
Kapolri Cup 2026 Libatkan Puluhan Ribu Peserta
Kapolri Cup 2026 terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Peserta dari berbagai daerah mendaftarkan diri melalui jajaran Polres dan Polda di wilayah masing-masing.
Mereka kemudian mengikuti pertandingan secara bertahap hingga mencapai kompetisi tingkat nasional. Mekanisme tersebut memberikan kesempatan bagi pemain dari daerah untuk menguji kemampuan dalam kompetisi yang lebih luas.
Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres tercatat mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam kompetisi e-sports. Bagi IESPA, sistem berjenjang juga dapat menjadi jalur bagi talenta daerah untuk memperoleh pengalaman kompetitif.
IESPA Dorong Kapolri Cup Berkelanjutan
Ibnu Riza berharap penyelenggaraan Kapolri Cup dapat terus berlangsung pada masa mendatang. Ia menilai kompetisi berjenjang memberikan manfaat karena pemain memiliki kesempatan berkembang dari tingkat daerah hingga nasional.
“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan kompetisi dapat membantu memperluas akses bagi pemain yang berada di luar pusat industri e-sports. Talenta dari berbagai daerah juga dapat memperoleh pengalaman melalui sistem pertandingan yang terstruktur.
Polri Perluas Peran di Ruang Digital
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi generasi muda. Ruang tersebut dapat digunakan untuk menyalurkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, dan mengejar prestasi.
Namun, perkembangan ekosistem digital juga menghadirkan berbagai tantangan. Karena itu, Dedi menilai keterlibatan institusi dalam membangun ruang digital yang aman dan produktif tetap diperlukan.
Dalam sambutannya, Dedi mengutip data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026. Berdasarkan data tersebut, Indonesia berada di posisi keempat dunia berdasarkan jumlah pengguna internet.
Ia juga menyebut 48 persen pengguna internet Indonesia merupakan anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun. Data tersebut menunjukkan besarnya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas digital.
Kapolri Cup Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda
Dedi menjelaskan bahwa peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pengawasan aktivitas di ruang siber. Polri juga berupaya mendorong penggunaan teknologi secara produktif melalui berbagai kegiatan.
“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, Polri juga mendorong edukasi digital citizenship. Edukasi tersebut bertujuan membantu generasi muda menggunakan teknologi secara cakap sekaligus memahami berbagai risiko di ruang digital.
E-sports menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dapat menggabungkan kompetisi, kreativitas, dan pengembangan kemampuan. Aktivitas yang sebelumnya identik dengan hobi kini berkembang menjadi ruang prestasi yang memiliki ekosistem lebih luas.
Polri Gandeng IESPA dan Sejumlah Kementerian
Kapolri Cup 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Polri dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, IESPA, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Pembukaan kompetisi turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung, serta BSSN.
Jajaran Polda dan Polres di berbagai wilayah Indonesia juga mengikuti kegiatan pembukaan secara daring. Keterlibatan banyak pihak tersebut menunjukkan bahwa pengembangan e-sports membutuhkan dukungan lintas sektor.
Kolaborasi tersebut juga dapat memperkuat ekosistem e-sports sebagai ruang olahraga prestasi. Selain itu, e-sports dapat menjadi wadah pengembangan kreativitas dan kompetensi digital generasi muda.
Tagline Dream to Become Dorong Prestasi
Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become”. Pesan tersebut menggambarkan tujuan kompetisi untuk mendorong generasi muda mengubah minat dan kemampuan menjadi prestasi.
Dedi berharap ajang tersebut mampu melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas, dan memiliki daya saing global.
“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Dedi.
Peserta juga didorong mengembangkan karakter selama mengikuti kompetisi. Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan menjadi nilai yang ditekankan dalam ajang tersebut.
Peserta Diminta Jaga Sportivitas dan Keamanan Digital
Dedi mengingatkan peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan. Menurutnya, proses kompetisi juga harus menjadi kesempatan untuk membangun karakter dan kemampuan bekerja sama.
“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan,” pesan Dedi.
Ia juga meminta peserta berperan dalam menciptakan ruang digital yang aman. Para pemain diharapkan menggunakan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan tidak menyalahgunakan ruang digital.
“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Dedi.
Menurutnya, terciptanya ruang digital yang sehat membutuhkan partisipasi berbagai pihak. Pengguna teknologi memiliki peran dalam menjaga ekosistem digital tetap aman dan produktif.
Kapolri Cup Buka Jalur Talenta dari Daerah
Kapolri Cup 2026 menunjukkan bahwa kompetisi e-sports dapat menjadi sarana untuk menjaring dan mengembangkan talenta dari berbagai wilayah. Sistem berjenjang memberikan kesempatan kepada pemain untuk memulai perjalanan dari tingkat Polres.
Partisipasi 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres memperlihatkan luasnya jangkauan kompetisi tersebut. Angka itu sekaligus menggambarkan besarnya minat masyarakat terhadap e-sports sebagai bidang kompetisi.
Apresiasi IESPA menjadi dorongan agar kompetisi serupa dapat terus dikembangkan. Keberlanjutan ajang dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pemain daerah untuk meningkatkan kemampuan.
Dengan dukungan berbagai pihak, Kapolri Cup dapat menjadi salah satu wadah pengembangan talenta e-sports di Indonesia. Perjalanan dari tingkat Polres hingga panggung nasional juga memberikan jalur kompetisi yang lebih terstruktur bagi generasi muda.
Baca Juga “Mobile Legends E-Football PES UNNES 2025“